Melihat sisi lain dari Dunia seni Desain Grafis

Desain Grafis, Animasi, Multimedia, Kelucuan, Kehidupan dan Indahnya menatap Hari Depan

Jumat, 06 Agustus 2010

Hanya ada di Indonesia


Wasit dianggap kurang adil ketika memimpin pertandingan itu sudah biasa. Tapi jika ada seorang Kepala Kepolisian Daerah yang meminta wasit diganti karena dinilai tak becus mungkin baru pertama kali terjadi di Indonesia. Peristiwa yang unik dan langka itu benar-benar terjadi ketika kesebelasan Sriwijaya, Palembang, bertanding melawan Arema, Malang, di Stadion Manahan, Solo, Ahad lalu. Dalam pertandingan final yang akhrinya dimenangi oleh Sriwijaya 2-1 itu, Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo meminta wasit Jimmy Napitupulu diganti saat turun minum.

Bambang menganggap Jimmy tak adil. “Kalau wasit tidak adil akan berpengaruh pada penonton, apalagi dalam jumlah sebanyak ini. Keamanan bisa kami jamin tapi kalau wasitnya tidak adil kan bisa repot,” kata Alex Bambang.

Meski pertandingan sempat tertunda hampir satu jam, tentu saja permintaan Pak Kapolda itu tetap tak dipenuhi karena dalam peraturan FIFA, tak ada seorang pun yang punya hak mengganti wasit kecuali yang bersangkutan cedera dan tak mampu memimpin laga.

Di Indonesia, yang aneh-aneh tapi nyata bisa saja terjadi. Termasuk dalam pertandingan sepak bola. Kita boleh saja tertawa geli. Tapi kenyataannya memang demikian. Mau bilang apa? Bukankah PSSI pun pernah dipimpin seorang narapidana?

Jadi jangan heran bila hanya di Indonesia juga seorang polisi ingin jadi pengawas dan pengatur pertandingan. Ya, hanya ada di Indonesia ….


Sumber : http://blog.tempointeraktif.com/portal/sempritan-pak-kapolda/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar